Sabtu, 06 Juli 2013

Drs. H. Effendi Zarkasi: “Pendawa Lima Dan Rukun Islam Yang Lima”



Slamet Priyadi Blog│Sabtu, 06 Juli 2013│16:05 WIB
Image "Pandawa Lima (Foto: Google)


Prabu Yudistiro (Darmokusumo), Seno Werkudoro, Permadi Janoko, Nakulo dan Sadewo, merupakan keluarga Pandawa. Dihubungkan dengan kewajiban Islam yang lima: Syahadat, Sholat, Puasa Ramadhon, Zakat dan Haji adalah seperti berikut:
1.      Yudistiro
 
Pemuka Pendawa, di atas kepalanya (sumping) memakai sepotong kertas putih. Oleh Ki Dalang diterangkan adalah jimat Klimo Sodo. Jika kertas itu dibuka ada tulisan Syahadatain. Dalam cerita pewayangan digambarkan jimat Klimo Sodo berisi tulisan Khalimah Syahadah yang memiliki kekuatan luar biasa tak ada yang bisa menandingi. Oleh karena itu umat Islam harus benar-benar menjaganya dan memegangnya kuat-kuat jangan sampai lepas dan hilang dicuri oleh orang lain atau bangsa lain. Jika sampai lepas itu berarti kehancuran bagi dirinya.

2.      Seno Werkudoro
Memakai gelang supit urang, mukanya selalu menunduk dan bertubuh tinggi besar, menggambarkan orang yang sedang melakukan sholat. Ia tidak melayani orang lain jika pekerjaannya sendiri belum selesai. Isyarat bahwa Sholat tidak boleh diganggu gugat. Ia menjadi tiang pokok keluarga Pendawa. Mempunyai Aji-aji Ponco Noko yang berarti kekuatan lima. Aji-ajinya  selalu digenggam kuat, sebagai senjata perang. Ini berarti jika Sholat itu dikerjakan dengan baik akan mempunyai kekuatan tangguh.

3.      Permadi Janoko
Berjiwa teguh dan senang bertapa (berpuasa), wajahnya tanpan. Isyaratnya kalau orang suka berpuasa jiwanya menjadi kuat dalam menghadapi segala cobaan. Wajahnya berseri-seri.

4      dan  5.  Nakulo dan Sadewo
Keduanya giat bekerja, berpakaian bagus. Ibarat orang yang senang mengeluarkn zakat dan ibadah Haji. Pada lazimnya orang yang suka mengeluarkan zakat dan Haji adalah mereka yang giat bekerja, karenanya bisa menjadi kaya dan dermawan, mampu berpakaian cukup sandang dan pangannya.(Dikutip dari buku Unsur Islam Dalam Pewayangan, halaman 90-92)

Sumber:
Drs. H. Effendi Zarkasi, Unsur Islam Dalam Pewayangan, Alfa Daya, Jakarta, 1981
Posted: 
Slamet Priyadi Pangarakan, Bogor
  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar