Rabu, 07 Desember 2011

"ARJUNA LARIKAN DEWI WARA SUMBADRA " by Slamet Priyadi


ARJUNA DAN WARA SUMBADRA
RABU, 7 DESEMBER 2011 – DENMAS PRIYADI BLOG – Kasus kawin lari biasanya terjadi pada sepasang remaja yang sedang dilanda CINTA, dan kasus ini biasanya terjadi oleh karena kisah cinta dengan kekasihnya tidak direstui oleh orang tua atau keluarga. Rupanya cerita kawin lari atau cerita cinta yang tidak disetujui orang tua atau keluarga bukan saja terjadi pada kisah klasik Qais dan Laila ataupun Romeo dan Juliet akan tetapi, juga terdapat dalam cerita pewayangan yang usianyapun sudah berabad-abad itu.  Dalam cerita pewayangan, kasus kawin lari dilakukan oleh Arjuna ketika hendak menyunting Dewi Woro Sumbadro adik dari Raja Dwaraka Prabu Betara Kresna dan Prabu Baladewa di Mandura.

Beginilah ceritanya! Diceritakan  Arjuna menjalani hukuman selama sepuluh tahun tinggal dan hidup di hutan. Sekali waktu Arjuna berkunjung ke Kerajaan Mandura yang pada saat itu diperintah oleh Raja Dwaraka, Prabu Betara Kresna dan kakaknya Prabu Baladewa. Kunjungan Arjuna ini diterima dengan perasaan senang dan penuh kesukacitaan oleh Prabu Betara Kresna. Pada saat yang bersamaan kebetulan di sana sedang ada keramaian berupa hajat besar di gunung Raitawaka.  Para pembesar kerajaan yang diundangpun banyak yang hadir, termasuk Prabu Betara Kresna, Prabu Baladewa dan adiknya Dewi Wara Sumbadra serta  Kesatriya Penengah Pandawa Raden Arjuna yang diajaknya pula.  Ketika itu Arjuna yang memang sedikit mata keranjang melirik, menatap takjub ke wajah Dewi Wara Sumbadra yang begitu cantik serta berpenampilan anggun sekali.  Ditatap seperti ini Dewi Wara Sumbadra yang memang sebelumnya sudah tertarik dengan kegagahan dan ketampanan Arjuna menjadi tersipu malu, dan  hatinya berdegup kencang, berdebar-debar.

Melihat dan menyaksikan kejadian ini Sang Betara Kresna mengetahui kalau Arjuna sangat tertarik pada adiknya, Dewi Wara Sumbadra. Melihat ini segera Betara Kresna berkata kepada Arjuna, lalu diutarakanlah kepada Arjuna bahwa adiknya hanya bisa dikawinkan dengan kesatriya yang tangguh dan mumpuni yang bisa diandalkan untuk melindungi adiknya dan bangsa Yudawa pada umumnya.
SRI KRESNA

Mendengar penuturan Betara Kresna  Arjuna sangat senang karena hal tersebut berarti dirinya memenuhi syarat untuk menjadi suami Dewi Wara Sumbadra, kemudian Arjuna mengutarakan isi hatinya yang bermaksud ingin menyunting Dewi Wara Sumbadra.  Mendengar penuturan Arjuna Betara Kresna menyetujuinya, lalu atas persetujuan Betara Kresna, maka diaturlah rencana secara diam-diam tanpa sepengetahuan Prabu Baladewa untuk melarikan Dewi Wara Sumbadra sepulang dari hajat besar di  Raitawaka saat mengendarai kereta berkuda.

Pada waktu dan tempat yang sudah ditentukan secara tiba-tiba Arjuna melarikan Dewi Wara Sumbadra. Kereta yang dinaiki Dewi Wara Sumbadra dilarikannya kencang-kencang. Kejadian yang sungguh tidak diduga-duganya ini tentu saja telah membuat para pengiring dan para pengawal terkejut dan kaget oleh karena tak menyangka kalau itu dilakukan oleh Arjuna.

Melihat dan menyaksikan dengan mata kepala sendiri tingkah polah Arjuna itu, bangsa Yudawa dan Prabu Baladewa teramat berang, dan segera memerintahkan kepada para pengawalnya untuk mengejar kereta yang dilarikan oleh Arjuna tersebut sampai dapat dan Arjuna harus ditangkap dan dihukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.  Adapun Betara Kresna yang memang sudah mengetahui rencana Arjuna melarikan Dewi Woro Sumbodro bereaksi biasa saja. Akan tetapi Betara Kresna mengenal betul dengan watak kakaknya, Prabu Baladewa yang pemarah dan berangasan. Diapun segera berupaya meredam kemarahan Prabu Baladewa, seraya berkata:
BALADEWA

“ Kanda Prabu Baladewa! Bangsa Yudawa memang sangat terinjak-injak martabatnya atas tingkah polah Arjuna ini, dan pasti tidak akan tinggal diam jika melihat anak, adik perempuannya, serta saudara, dan keluarganya sampai diperlakukan secara tidak hormat serta direndahkan martabatnya seperti ini.  Akan tetapi bukankah dinda Wara Sumbadra sendiripun menyukai Arjuna dan menginginkan seseorang yang berwatak kesatriya, tampan dan  gagah perkasa seperti Arjuna. Bukankah  sama seperti itu pula dengan apa yang kita inginkan bersama untuk menjodohkan dinda Woro Sumbodro dengan orang yang memiliki watak kesatriya".  

"Kanda Prabu yang saya hormati! Bukankah kanda tahu, sudah berulang kali kita mengadakan sayembara, akan tetapi setiap saat kita akan menyelenggarakan sayembara tersebut, berulang kali pula  mendapat rintangan dan kegagalan.  Baru kali inilah ada orang yang berani melakukannya,dan Arjuna itu telah mengingatkan kita, apabila Arjuna bukanlah kesatriya yang kita idam-idamkan bersama, mana mungkin dia berani melakukannya kepada kita, cobalah kanda pikirkan ini secara jernih." Tukas Prabu Kresna kepa kakaknya Prabu Baladewa.
 
Mendengar penuturan dari rayinya, Prabu Betara Kresna yang cukup beralasan dan memang ada benarnya, amarah  Prabu Baladewa menjadi redup dan menyetujui dengan apa  yang sudah diutarakan oleh rayinya itu.

Singkat cerita, akhirnya Arjuna dipanggil kembali oleh Prabu Betara Kresna dan Prabu Baladewa untuk dikawinkan dengan adiknya Dewi Wara Sumbadra. Setelah mereka dikawinkan Arjuna tinggal di negeri Dwaraka hidup bahagia bersama istrinya Dewi Wara Sumbadra yang sangat dicintainya itu. Dari perkawinannya dengan Dewi Wara Sumbadra Arjuna dikaruniai seorang anak yang diberi nama Raden Abimanyu. [Pustaka: Wayang dan Karakter Manusia, Sri Guritno – Purnomo Soimun HP – Badan Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata – Jakarta 2002 <SP>]
 
“ARJUNA BOLT WARA SUMBADRA”  by Slamet Priyadi

Top of Form
ARJUNA
WARA SUMBADRA
WEDNESDAY, 7 DECEMBER 2011 - DENMAS PRIYADI BLOG - Case eloped usually occurs in adolescents who are being hit by a pair of LOVE, and these cases usually occur because of a love story with her boyfriend is not condoned by parents or family. Apparently elopement story or a story of love that is not approved by parents or family is not just happening on the classic story of Qais and Laila, or Romeo and Juliet however, also contained in the puppet story usianyapun already centuries.
 
In the story puppet shows, the case made by Arjuna eloped when they wanted to edit the Goddess Woro Sumbadro younger brother of King King Betara Dwaraka Krishna and Balarama in Mandura King.

Here's his story! Arjuna recounted serving for ten years he lived and live in the forest. One time visit to the Kingdom Mandura Arjuna who was then ruled by the King of Dwaraka, King Betara  Krishna and his brother King, Balarama (Baladewa). Arjuna requests are received with feelings of pleasure and full of joy by the King Betara Krishna. At the same time there was no chance of passing stool crowds on the mountain Raitawaka. The royal princes who invited many in attendance, including King Betara Krishna, Balarama and his sister Goddess King Sumbadra Wara and mediator Kesatriya Pandava Prince Arjuna who invited anyway. When it was Arjuna who was a little eye glanced at the basket, staring into the face of goddess Wara amazed Sumbadra so pretty and look very elegant. This goddess Wara gaze Sumbadra that previously had attracted the gallantry and good looks Arjuna became blushed, and her heart pounding, pounding.

Saw and witnessed this incident the Betara Krishna knows that Arjuna is very attracted to her sister, the Goddess of Wara Sumbadra. Seeing this immediately Betara Krishna says to Arjuna, then diutarakanlah to Arjuna that his sister could only be mated with a tough and capable kesatriya that can be relied upon to protect his sister and Yudawa nation in general.
 
Arjuna heard the narrative Betara Krishna is very happy because it means he is eligible to become a Wara Sumbadra husband Dewi, then Arjuna expressed his heart-intentioned wish to edit goddess Wara Sumbadra. Hearing narrative Betara Krishna Arjuna agreed, then the approval Betara Krishna, then arranged a plan secretly without the knowledge of King Balarama to run after the goddess Wara Sumbadra in Raitawaka loose while riding the train riding.

At the time and place specified by the sudden escape goddess Wara Sumbadra Arjuna. Train ride goddess Wara Sumbadra dilarikannya loud. Incident was not alleged he suspected this of course has made the bridesmaids and the guards were surprised and shocked because not think that was done by Arjuna.

Saw and witnessed with my own eyes the doings of Arjuna, the nation and the King Balarama Yudawa very angry, and immediately ordered the guards to catch the train that was taken by Arjuna Arjuna until it can and should be arrested and sentenced to account for his actions. The Betara Krishna who is already familiar with the plan to run Goddess Woro Arjuna reacted Sumbodro ordinary. However, Krishna Betara know very well with the character of his brother, Balarama King angry and hot-tempered. He too soon trying to dampen the anger of King Balarama, saying:

"Your Majesty Balarama! Yudawa nation's dignity is trampled upon the doings of this Arjuna, and certainly will not remain silent if they see a child, his sister, and brother, and his family to be treated disrespectfully, and debased his dignity like this. However, not dinda Wara Sumbadra itself was like Arjuna and want someone with character kesatriya, handsome and gallant like Arjuna. Is not it just as well with what we want together to match dinda Woro Sumbodro with people who have character kesatriya ".

"Your Majesty that I respect! Kanda not know, we have repeatedly held a contest, but every time we will hold the contest, repeatedly also gets the obstacles and failures. Was the first time anyone dared to do it, and it has reminded Arjuna us, when Arjuna was not kesatriya which we yearn together, where could he dare to do to us, try to think of this kanda clearly. " King said her brother Prabu Krishna Balarama my head.

Hear the narrative of King Krishna, King Balrama reasonable and indeed have a point, the anger of King Balarama became dim and agree with what has been expressed by his brother it.

Long story short, eventually Arjuna was recalled by King Betara Krishna and Balarama to be mated with her sister goddess Wara Sumbadra. After they married Arjuna lived in the land of Dwaraka lives happily with his wife goddess Wara Sumbadra very loved. From his marriage to Goddess Wara Sumbadra Arjuna blessed with a son named Prince Abhimanyu. [References: Puppet and Character of Man, Sri Guritno - Purnomo Soimun HP - Agency for Cultural Development and Tourism - Jakarta 2002 <SP>]

4 komentar:

  1. @ In the story puppet shows, the case made by Arjuna eloped when they wanted to edit the Goddess Woro Sumbadro younger brother of King Dwaraka, Krishna and Balarama in Mandura King.

    BalasHapus
  2. Saya mengagumi sosok wayang "Wara Sumbadra" karena dia tipe wanita yang sabar, setia, dan konsekwen terhadap pilihannya meskipun suaminya Arjuna bersifat mata keranjang.

    BalasHapus
  3. SAYA PAK HARIS INGIN BERBAGI CERITA KEPADA ANDA BAHWA SAYA INI DULUNYA ORANG YANG PALING SENSARA DIDUNIA.SETIAP HARI ISTRI SAYA SELALU MENGELUH TENTAN MASALAH EKONOMI BAHKAN KAMI PERNAH TIDAK MAKAN DALAM 1 HARIL 1 MALAM,KE ESOKAN HARINYA ADA TETANNGA KAMI YG MEMBAWAKAN MAKANAN DAN TIDAK DISENGAJA DIA JG BERCERITA TENTAN MASALAH HIDUPNYA DULU DAN AKHIRNYA DIA MEMBERIKAN NO KI WARA..TIDAK BERPIKIR PANJAN SY LANSUN MENGHUBUNGI KI WARA DAN ALHAMDULILLAH BELIAU SANGAT MEMBANTU SAYA DAN SY SANGAT BER TERIMAKASIH KEPADA KI WARA ATAS BANTUANNYA YG TELAH MEMBERIKAN ANKA JITUNYA YAITU (0640) SYUKUR ALHAMDULILLAH BERHASIL DAN KINI SAYA SANGAT BAHAGIA MELIHAT KEHIDUPAN KELUARGA SAYA YG SUDAH JAUH LEBIH BAIK DARI SEBELUMNYA DAN MEREKA JUGA TDK PERNAH LAGI MENGELUH MASALAH KEUWANGN,,KAMI JG SUDAH BERENCANA INGIN MEMBUKA TOKO SENDIRI ITU SEMUA BERKAT BANTUAN KI WARA DAN BAGI ANDA YG INGIN SEPERTI SAYA YG MEMERLUKAN BANTUAN KI WARA SILAHKAN HUB 082322214888 SILAHKAN ANDA MEMBUKTIKANNYA SENDIRI.????

    BalasHapus